Sabtu, 28 November 2009

Kuliner Bintaro

Orang-orang bilang Bintaro itu jauh, letaknya di pinggir kota, pake sektor-sektoran bikin orang nyasar, mau main ke sana mikir-mikir mahal di bensin, dll. Benarkah? *ya bener sih tapi gak sudi kalee dibilang gitu haha*


Oleh karena itu gw sebagai Duta Wisata Bintaro (sebenernya gak ada jabatan seperti ini) mencoba mempromosikan Bintaro kepada warga Jakarta dan sekitarnya yang kehabisan tempat pewe di ibukota dan mencari tempat favorit yang baru.


Berhubung PT Jaya Real Property (yang membangun Bintaro) gak menggaji gw, jadi gw tidak mempromosikan warga Jakarta sekalian untuk pindah rumah ke Bintaro. Gw cuma akan menuliskan pilihan tempat makan favorit, tempat nongkrong favorit dan spot-spot 'landmark' Bintaro agar diketahui oleh teman-teman. Just check this out, dude !


* * *


List #1 - Pilihan Tempat Makan Favorit di Bintaro


10. Rumah Makan Sambal Desa


Foto diambil dari suryadesignindo.blogspot.com


Restoran yang terbilang baru di Bintaro ini memiliki lapangan parkir dan gedung yang luas. Meskipun kerap kali ramai akan mobil, tetapi kita tidak perlu takut tidak kebagian tempat duduk di dalam restoran. Restoran ini memiliki kapasitas hingga seratus orang lebih.

Tidak perlu lagi kita melihat menu karena pilihan makanan telah digelar di tengah ruangan, dan tinggal kita ambil saja, lengkap dengan pilihan sambal yang sesuai dengan selera kita. Restoran ini mengutamakan kenyamanan bagi pelanggan dan juga mutu makanan. Satu kritik yang ditujukan pada restoran ini adalah rasa sambal yang 'kurang mengena', dan juga rasa makanan yang perlu peningkatan lagi agar pelanggan tidak 'lari' ke restoran serupa lainnya yang banyak tersebar di Bintaro.

Alamat : Jl. Kesehatan Raya No. 27, Jakarta Selatan



9. Bakmie Japos


Foto ini diambil dari bintarohome.dagdigdug.com


Restoran Bakmie Japos Bintaro di Sektor 7 ini tidak kalah luas dari Sambal Desa. Meskipun ruangannya besar dan banyak pelanggan setiap harinya, namun pelayanan di restoran ini tidaklah buruk. Makanan datang dengan cepat sejak pemesanan dan kualitas rasa pun baik.


Pada hari-hari tertentu, terutama Hari Minggu, akan ada live show dari seniman-seniman musik yang membawakan lagu-lagu sesuai request pelanggan. Biasanya mereka memainkan lagu-lagu 60’s dan 70’s serta lagu-lagu Batak. Kehadiran mereka menambah nikmatnya makan siang di Bakmie Japos Bintaro.


Alamat : Jl. MH Thamrin Komplek Bintaro Jaya Sektor 7A Blok A2/11



8. Warung Nasi H. Masa


Warung Nasi H. Masa ini bukan berarti Hanamasa, melainkan Haji Masa. Asal mula warung nasi ini adalah warteg yang dikelola Hj. Somih, istri dari H. Masa sejak tahun 1996. Dulu warteg itu hanya menyediakan nasi uduk saja. Namun sekarang warung nasi ini menyediakan pula ikan bandeng, sayur asem, dan makanan rumah lainnya yang nikmat. Sistem pengambilan makanannya pun prasmanan seperti Hanamasa, terserah kita mengambil nasi dan lauk berapa banyaknya.

Dengan harga yang terjangkau dan kelezatan yang patut mendapat apresiasi, warung nasi ini highly recommended bagi siapa saja yang melewati Pondok Aren. Namun jangan sampai kehabisan, karena warung nasi yang buka pukul 10.00 hingga 21.00 ini biasa kedatangan 250 pelanggan setiap harinya (plus ingat, sistemnya prasmanan). Hanya satu hal yang sedikit mengusik pelanggan, yaitu banyaknya lalat ketika kita makan. Yah, inilah rasanya makan di warung nasi yang seperti rumah sendiri saja.. Bahkan mungkin lalatnya pun home-made!


Alamat : Jl. Sektor Raya Pondok Aren, Kel. Pondok Jaya


7. Shinaro Warung Jepang






Warung Jepang Shinaro yang berletak persis di samping Superindo Sektor 1 ini merupakan rumah makan yang baru berdiri, dan masih kecil tempatnya. Namun, meskipun hanya tersedia 3 meja, makan siang di Warung Jepang ini sangatlah enak.

Dengan pilihan makanan seperti di Sushi Tei, Warung Jepang Shinaro menawarkan kepada pelanggan California Roll, Salmon Roll, Tempura Roll, dan lain-lain (nama yang familiar, ya?). Karena makanan yang selalu fresh setiap harinya, Warung Jepang Shinaro buka pukul 11 siang hingga 10 malam, dan bisa tutup cepat apabila makanan habis. Warung Jepang ini direkomendasikan kepada anda warga Bintaro yang ingin mencicipi masakan Jepang di dalam Bintaro, dan kepada siapa saja yang ingin makan masakan Jepang dengan harga sangat terjangkau. Itadakimasu !!


Alamat : Jl. Taman Bintaro 1 (samping Superindo Sektor 1)


6. Restoran Sunda Mang Kabayan






Foto ini diambil dari mangkabayan.wordpress.com

Restoran Sunda Mang Kabayan menawarkan makanan sunda lengkap dengan suasana sunda. Dengan dua pilihan tempat (duduk dan lesehan), restoran ini juga memutarkan lagu-lagu Sunda untuk menemani pelanggan makan.


Pilihan makanannya lengkap, mulai dari sayur asem, ayam goreng, ikan gurame, lalapan, sambel cobek, hingga karedok. Rasa makanan menjadi kelebihan Restoran Sunda Mang Kabayan dari restoran Sunda lainnya.

Alamat : Jl. RC Veteran Raya No. 1


5. Nasi Bebek Ginyo






Foto ini diambil dari jajanankita.files.wordpress.com


Restoran yang baru berdiri setengah tahun lalu ini sedang naik daun. Pasalnya, pilihan makanan bebek di restoran ini memang enak sekali, dari bebek goreng, bebek bakar, bebek balado, bebek sambal ijo, dan lain sebagainya. Semuanya memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan selera kita.

Terletak persis di samping Restoran Sunda Mang Kabayan (hanya terpisahkan jalan), Restoran Nasi Bebek Ginyo ini menjadi pilihan makan bersama keluarga dan teman yang favorit bagi warga Bintaro maupun penduduk Jakarta lainnya karena posisinya yang strategis di dekat Pintu Tol Veteran. Harga pun terjangkau dengan patokan harga setiap bebek Rp 17.500,00.

Alamat : Jl. RC Veteran Raya No. 21

4. Papa’s Kitchen



Foto ini diambil dari www.hai-online.com



Rumah makan berukuran mini ini bisa menjadi restoran favorit di Bintaro karena rasanya yang khas dan nikmat sekali. Dengan menu andalan Crazy Burger, papa’s kitchen memiliki saos barberque yang unik dan ‘nagih’. Makan di Papa’s Kitchen dijamin puas dan kenyang. Harga relatif murah jika melihat ukuran dan rasanya.

Alamat : Sektor 1 Bintaro, samping Kolam Renang Bintaro


3. Burger & Grill



Foto ini diambil dari www.berita8.com


Restoran Burger & Grill merupakan rumah makan yang didesain untuk nongkrong-nya anak muda. Pilihan makanannya tidak hanya seputar makanan barat saja, tetapi juga menyediakan makanan Indonesia seperti iga bakar dan sop buntut.

Menu penutup yang merupakan makanan wajib adalah Es Campur, yang berisi tape, ketan, buah-buahan dan satu scoop es krim. Harganya relatif sedikit lebih murah daripada restoran lain yang menyediakan makanan sejenis.

Alamat : Jl. Bintaro Jaya Sektor 7 No. 1-2



2. Ayam Bakar Bu Tjondro





Foto ini diambil dari agustiyanto.wordpress.com



Ayam Kremes Bu Tjondro sudah terkenal di Bintaro, apalagi dengan adanya jasa delivery service yang sering digunakan. Kenikmatan terutama terletak pada gurihnya ayam kremes dan sambel khas Bu Tjondro ini.

Baik ayam negeri (Rp 28.000,-) maupun ayam kampung (Rp 34.000,-) keduanya memiliki rasa yang enak dan cocok sebagai makan siang di rumah, kantor, maupun arisan. Tidak ada salahnya juga mampir ke Bintaro dan mencicipi ayam kremes kebanggan ini.

Alamat : Jl. Bintaro Tengah N2 No. 33, Sektor 1




1. Obonk Steak and Ribs



Foto ini diambil dari cityguide.kapanlagi.com



Restoran Obonk Steak and Ribs merupakan restoran yang menjadi pilihan utama anak muda untuk nongkrong dan makan malam rame-rame di Bintaro. Meskipun ada beberapa restoran Obonk di Jakarta, tetapi kebanyakan orang mengakui rasanya berbeda-beda, dengan Obonk Bintaro menempati peringkat pertama dalam hal rasa.

Menu yang disediakan pun menggiurkan semuanya, mulai dari Tenderloin Barberque, Ribs Eye Barberque, Sirloin Steak, dan steak-steak lainnya, impor maupun lokal, setengah matang maupun well-done. Lengkap dengan side dish yang tidak kalah enaknya, Obonk menyajikan semuanya dengan harga terjangkau dan tidak semahal restoran steak di tengah kota. Meskipun demikian, soal rasa nyaris tidak ada yang mampu mengalahkan Obonk Steak and Ribs.

Alamat : Jl. Bintaro Utama No. 37



Kamis, 26 November 2009

Mengingat, Menimbang, Memutuskan, Menetapkan !!


Selamat atas terpilihnya



RAY ARYAPUTRA SINGGIH - RANDI IKHLAS SARDONI



sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FHUI 2010



serta
Selamat atas terpilihnya keempat Anggota BPM FHUI 2010 yang baru.





Sabtu, 10 Oktober 2009

Gath Day LK2 !!

Gathering Day LK2 FHUI 2009 pada tanggal 8 Oktober 2009 kemarin berjalan lancar dan sukses !!

Terima kasih kepada abang-mbak alumni yang udah dateng, juga kepada senior LK2 yang udah menyempatkan diri dateng abis ELMO, trus juga terutama kepada teman-teman panitia Gath Day dari Tim Acara, Tim Humas, Tim Publikasi, Tim Dekorasi, Tim Dana dan Usaha, Tim Dokumentasi, Tim Perlengkapan dan Tim Transportasi !

Evaluasi panitia akan diadakan pada hari Senin, tanggal 12 Oktober 2009. Akan ada pemberian reward kepada beberapa anggota panitia Gathering Day dalam Evaluasi. Kemudian, kita bersama-sama akan menyusun LPJ hingga Pembubaran Panitia dapat dilaksanakan, dan kita dapat mengikuti UTS dengan baik tanpa terbebani pikiran kepanitiaan Gath Day lagi.

Sangat menyenangkan dapat bekerja sama dengan teman-teman :)

Jumat, 02 Oktober 2009

Selamat Datang di Jakarta Raya

Hari ini, Jum'at tanggal 2 Oktober 2009, Jakarta telah kembali normal !!
.
Apa pasalnya? Ternyata, Jakarta telah kembali kepada ciri khasnya yang terjadi sepanjang tahun kecuali seminggu ketika Lebaran, yakni MACET !
.
Pengalaman gw hari ini cukup membuktikan bahwa Jakarta tetaplah Jakarta. Perjalanan gw dari kampus UI Depok menuju Sudirman dan kembali lagi ke Depok tidak mengalami banyak gangguan. Kru panitia gath day LK2 yang beranggotakan Andrea, Omar dan gw malah bercanda-canda mengenai kondisi jalan saat kami berangkat dari Depok.
.
*mobil dikepung mobil-mobil lain di daerah pertigaan Depok-Ciganjur-Pasar Minggu*
Omar (O): yah macet deh..
gw: eh jangan salah, blom macet ini..
Andrea (A): standar Jakarta, kek gini itungannya blom macet cuii
gw: malah yang ada orang bingung; kok di pertigaan sini gak macet.. padahal ya kek gini. ini gak macet nyet.
.
*pokoknya lanjut bcanda-canda gitu deh*
.
Yah, penduduk Jakarta yang gak mudik sih seneng Jakarta tercinta gak macet. Kalau ada padat di beberapa tempat, hal itu masih wajar. Masih bisa ditoleransi, toh tidak semacet biasanya.
.
Tapi, entah karena karma membuat becandaan mengenai kondisi jalan Jakarta; atau salah disangka rindu pada kemacetan Jakarta, pokoknya hal yang terjadi kemudian tidak gw sangka-sangka sebelumnya! *lebai mode on*
.
Jam 18.30an gw balik dari kampus, melewati Gerbatama masih oke tuh.. Cuma ujan turun aja yang bikin jalanan basah dan mobil-mobil melaju dengan kecepatan rendah.. Kilau-kilau merah mewarnai pemandangan sambil sesekali ketutupan wiper. Hingga UI-wood, ke cabang jalan setelah keluar UI, hingga Universitas Pancasila tidak ada hal ajaib yang terjadi.
.
Segera setelah melewati Universitas Pancasila, mulailah kilau-kilau merah itu merona lebih terang dan kecepatan kendaraan bermotor yang lewat menurun hingga berhenti. Tapi, lalu aneh.. Kemacetan ini terjadi tiada henti, hingga cabang jalan berikutnya yang kiri ke Joe-Pasar Rebo-Pasar Minggu dan kanan Pasar Rebo-Pasar Minggu. Di cabang jalan itu gw biasanya ambil kanan, dan tidak sadar melewati apa saja selain sebuah SPBU Petronas yang kosong dan TV advertisement LA Mild. Di jalanan itu biasanya gw melaju 60-80 kph karena memang selalu sepi dan jalanannya mirip jalanan di tol JORR gitu.
.
Tapi petang tadi, kecepatan gw antara 0-10 kph saja. Biasanya sekitar 30 detik atau kurang telah keluar dari jalanan itu, namun tadi petang butuh 30 menit sendiri !!
.
Dan rekor lain yang tercipta hari ini adalah: Pertama kalinya gw berhenti dua kali dalam jalan tol yang sama sebelum sempat keluar dari tol karena macet !! Pertama adalah di depan gedung talavera (mampang prapatan-ragunan), dan kedua sekitar 500 meter dari pintu keluar tol Veteran (gw lanjut ke sektor 9 soalnya)
.
Kesimpulan hari ini bisa dirangkum dalam dua pernyataan, yakni:
.
pertama, Jakarta telah kembali seperti normalnya Jakarta !!
.
dan kedua, jangan menganggap remeh karma karena ngomongin orang; dalam hal ini, jangan bikin guyonan bernada mengejek tentang Jakarta !!

Minggu, 27 September 2009

Tee-Shot !!

"BELAJAR permainan golf itu ternyata susah."


Kalimat itu yang jadi kesan gw setelah gw belajar main golf dari bokap gw kemarin. Apa saja kesulitan gw sehingga gw berkesimpulan demikian??


1. Bangun Pagi

Meski gada hubungannya sama golf, tapi tiap kali gw akan diajak bokap gw main golf, gw harus bangun pagi !! Ini kesulitas luar biasa buat gw karena gw susah bangun pagi. Bokap gw sendiri kalo main golf sama temen-temennya ato bos-nya, doi bangun jam 4an ato jam 5an trus udah ilang dari rumah buat main golf.


2. Peralatannya MAHAL

Semua orang tau golf itu olahraga mahal. Satu stik golf merk spalding misalnya, harganya di pasaran Rp 1.135.000,-. Satu set stik golf merk PING, harganya Rp 12.000.000,-. Sepatu golf merk OAKLEY harganya Rp 1.035.000,-. Bola golf yang kecil imut-imut begitu aja harganya Rp 150.000,- per box. Kalau mau main di Lapangan Golf "Pondok Indah Golf", tarif untuk non-anggotanya sekali main Rp 590.000,-.


3. Peraturan, peralatan dan istilahnya banyak

Di setiap hole yang par-nya berbeda-beda, usahakan untuk meminimalisir pukulan yang dibutuhkan untuk memasukkan bola. kalau bisa hole-in-one, atau condor, atau albatross, atau eagle, atau birdie, atau par. Jangan sampai bogey, double bogey, atau triple-bogey. Jangan pula OB! Lalu, ada banyak jenis permainan seperti match play, stroke play, skins, stableford, scramble, greensome, hingga shotgun. Untuk amatir bermain menggunakan handicap. Kemudian, stik golf atau club (dengan shaft, grip, hosel, clubhead dan ferrule), ada 3 jenis club: wood untuk pukulan jauh, atau driver untuk tee-shot dari tee-ground; wedge untuk menengah, untuk mengincar green; dan putter untuk memasukkan bola. Dikenal pula iron untuk fairway shot, sand wedge untuk bunker shot, spesifiknya iron 6 atau lob wedge untuk pukulan pitch, lob wedge lagi untuk pukulan flop, dan bersama dengan chip, ketiga pukulan itu disebut dengan approach shot. (Hitunglah ada berapa istilah atau kata yang di-italic!)


4. Gaya memukul bola

Butuh lebih dari 70 bola bagi gw untuk bisa nemuin gaya tee-shot yang bener. Dari menempatkan stik di depan bola (tangan kiri lurus dan kanan rileks), lalu mengayunkan stik ke kanan menggunakan tenaga dari tangan kiri (mata tetap ke bola), stik melayang di kanan dengan tangan kiri tetap lurus dan tangan kanan bengkok (mata masih fokus di bola), lalu tangan kanan mengayunkan stik menuju bola (bahu jangan dikeraskan, tenaga hanya dari tangan kanan), bola terpukul stik, mata mulai mengikuti bola, dan stik terayun hingga ke belakang tubuh sambil memutar badan dan kaki kanan terangkat dan bertumpu pada jari-jari kaki. Lakukan ini dengan cepat.


5. Waktu

Lagi-lagi waktu. Ketika ada pagi hari yang indah dan sangat pas untuk dipakai beristirahat (aka tidur) dari kegiatan sehari-hari seperti kuliah, rapat atau belajar (yang terakhir kibul), waktu tersebut malah dialihfungsikan secara sembarangan oleh bokap gw untk ngajarin gw golf. Ketika mencari waktu lain yang kosong, ternyata memang sudah tidak ada. Well, no pain no gain, right?


Kamis, 24 September 2009

Ujian Tengah Semester - Episode 1


EUFORIA itu usai sudah. Inaugurasi yang sangat meriah dan melelahkan bagi panitianya itu telah menutup rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2009. Tidak ada lagi teriakan-teriakan para abang dan mbak tibum. Tidak pula jaket kuning terkancing dan berkalungkan nametag yang menyerupai laba-laba dan sulit dibuat itu. Yang ada kini tinggallah nilai-nilai yang ditanamkan sejak PSAF dan BPMB yang akan membekas selamanya.


Apa yang akan datang kini teranalogikan sebagai suatu perjalanan seorang petualang yang telah melalui gerbang menuju dunia yang baru. Padang itu terhampar luas, variatif dan menggairahkan, dengan satu tujuan yang jelas dan sangat jauh. Seperti itulah kiasan dunia perkuliahan yang dipaparkan oleh kerabat dan kenalan yang pernah melaluinya.


Dua kata itu dapat meringkas pengalaman hidup saya empat (bisa kurang bisa lebih) tahun ke depan. Dunia Perkuliahan. Akan ada banyak ilmu-ilmu yang tersedia dan dapat saya serap dalam kurun waktu itu. Akan terpampang dimana-mana sejauh pandangan saya, seluruh intisari ilmu yang mendasar maupun mendalam. Akan tergeletak begitu saja untuk saya pungut, pengetahuan-pengetahuan dan wawasan yang menyeluruh. Akan saya temui perihal-perihal yang menyimpan banyak tanya dan rahasia, siap, siap untuk saya kaji dan saya pecahkan. Semua menunggu untuk ditemukan, semua, hadir tak terkecuali dalam padang yang raya dan megah.


Padang itu, meskipun liar dan belantara, terbagi dalam beberapa tahap. Dan tiap tahap memiliki klasifikasinya yang berbeda-beda. Ilmu dalam kuliah pertama yang bagaikan nadi dalam tubuh manusia ini terklasifikasi menjadi 7 bagian vital. 7 keajaiban yang harus saya lewati. 7 alam raya yang harus saya taklukan.


- MPK Terintegrasi

- Pengantar Ilmu Hukum

- Pengantar Hukum Indonesia

- Ilmu Negara

- MPK Bahasa Inggris

- Bahasa Belanda

- MPK Seni


Pertarungan pertama yang akan saya hadapi bernama Ujian Tengah Semester, dimulai sejak 19 Oktober hingga selesai. Itulah pembuktian bagi saya, itulah kesempatan pertama bagi saya untuk menemukan letak dan posisi saya dalam padang ini.


Satu kaki telah melangkah ke depan; tidak ada kesempatan untuk kembali lagi.


*yoosshh semangat untuk UTS !!!*

Senin, 21 September 2009

Totalitas Perjuangan

"Totalitas Perjuangan"


Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan


Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

- Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta